Infokom PPDI Bulukumba - BULUKUMBA. Semangat cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama berpadu dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Kabupaten Bulukumba. Di satu sisi, masyarakat diajak memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Di sisi lain, aksi kemanusiaan berupa donor darah berhasil menghimpun 115 kantong darah untuk membantu pasien yang membutuhkan.
Dua kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi potret nyata bagaimana pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat dan solidaritas sosial.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba secara langsung membuka Kegiatan Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara bersama Pokja I TP PKK Kabupaten Bulukumba, yang diikuti kader PKK dari berbagai wilayah.
Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba, BAZNAS Kabupaten Bulukumba, dan DPC Wahdah Islamiyah Kecamatan Ujung Bulu menggelar aksi donor darah di Tribun Lapangan Pemuda Bulukumba, Rabu (17/6/2026).
Di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, peran keluarga dinilai semakin penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Melalui Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Ketua TP PKK Bulukumba mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan mulai dari lingkungan keluarga.
Bela negara, menurutnya, tidak selalu identik dengan tugas militer atau pertahanan negara dalam arti sempit. Bela negara dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, aktif dalam kegiatan sosial, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
"Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Dari keluarga lahir generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa," ujarnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Bagi kader PKK, membangun kesadaran bela negara berarti membangun masyarakat yang tangguh, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Semangat pengabdian yang sama juga terlihat dalam aksi donor darah yang digelar PMI Bulukumba.
Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan melalui donor darah.
Mulai dari aparatur sipil negara, anggota organisasi masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, tindakan sederhana tersebut bisa menjadi penyelamat kehidupan.
Momentum Hari Donor Darah Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain tanpa harus menunggu kondisi tertentu.
Keberhasilan kegiatan donor darah tahun ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.
PMI Kabupaten Bulukumba menggandeng Pemerintah Kabupaten Bulukumba, BAZNAS Kabupaten Bulukumba, serta DPC Wahdah Islamiyah Kecamatan Ujung Bulu dalam pelaksanaan kegiatan.
Hasilnya, panitia berhasil mengumpulkan 115 kantong darah yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan stok darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Bulukumba.
Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat Bulukumba terhadap aksi kemanusiaan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Ketersediaan darah merupakan salah satu kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. Darah dibutuhkan untuk pasien kecelakaan, operasi besar, ibu melahirkan, penderita thalasemia, hingga berbagai kondisi medis lainnya.
Karena itu, keberadaan para pendonor sukarela menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan daerah.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Bulukumba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan donor darah tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, lembaga keagamaan, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun budaya gotong royong yang berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi seluruh panitia dan para pendonor yang telah berpartisipasi. Donor darah bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang sangat dibutuhkan," ujar Andi Muchtar Ali Yusuf.
Menurutnya, kegiatan donor darah perlu terus digalakkan agar stok darah di Kabupaten Bulukumba tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kapan pun diperlukan.
Jika ditarik dalam satu benang merah, sosialisasi bela negara dan aksi donor darah memiliki tujuan yang sama, yakni membangun masyarakat yang peduli terhadap sesama dan memiliki tanggung jawab sosial.
Kesadaran bela negara melahirkan warga yang mencintai daerah dan bangsanya. Sementara donor darah menjadi implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam tindakan sederhana namun berdampak besar.
Melalui dua kegiatan tersebut, Bulukumba menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.
Semangat inilah yang menjadi fondasi penting menuju Bulukumba yang semakin maju, sehat, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.