BULUKUMBA, Infokom PPDI Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, resmi menjalin kerja sama pembangunan antardaerah. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada pembukaan Festival Pinisi XVI Tahun 2026 di kawasan Pantai Merpati, Bulukumba, Kamis malam (15/10/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Bupati Penajam Paser Utara H. Mudyat Noor. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antardaerah, khususnya dalam pengembangan perdagangan, distribusi komoditas, serta pemasaran hasil pertanian.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Festival Pinisi tidak hanya menjadi ajang promosi kebudayaan dan pariwisata, tetapi juga ruang strategis untuk membuka peluang investasi dan memperluas kolaborasi pembangunan antarpemerintah daerah.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Bupati Jeneponto, perwakilan Kementerian Pariwisata, Wakil Bupati Bulukumba, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Bupati Mudyat Noor hadir bersama sembilan orang rombongan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, termasuk Sekretaris Daerah. Kehadiran rombongan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah.
Dua Perjanjian Kerja Sama Jadi Tindak Lanjut MoU
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama tersebut, kedua pemerintah daerah menyepakati dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada sektor perdagangan dan pertanian.
Kerja sama pertama melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba.
Perjanjian ini mencakup fasilitasi perdagangan antardaerah dan pasokan komoditas. Melalui kerja sama tersebut, kedua daerah berupaya memperkuat distribusi barang, memperlancar pasokan kebutuhan pasar, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan masing-masing wilayah.
Kolaborasi ini juga diharapkan memberikan peluang lebih besar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri lokal, serta para pedagang untuk memperluas jaringan usaha dan menjangkau pasar di luar daerah.
Sementara itu, kerja sama kedua dilakukan antara Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, dengan fokus pada pengembangan dan pemasaran produksi hasil pertanian.
Kerja sama sektor pertanian tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi produksi masing-masing daerah, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Dengan demikian, potensi komoditas lokal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas.
Bupati Bulukumba Apresiasi Kunjungan Pemkab PPU
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bupati Penajam Paser Utara beserta rombongan yang secara khusus menghadiri pembukaan Festival Pinisi XVI Tahun 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Bupati Penajam Paser Utara bersama rombongan di Kabupaten Bulukumba. Kehadiran ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, terlebih pada momentum pelaksanaan Festival Pinisi,” ungkap Andi Muchtar Ali Yusuf.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dari luar Sulawesi Selatan dalam perhelatan budaya tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada mitra pembangunan.
Melalui kesepakatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran produk lokal, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta mendorong pengembangan sektor pertanian yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Ikatan Kekerabatan Perkuat Hubungan Bulukumba dan PPU
Di balik agenda kerja sama antardaerah, kunjungan Bupati Penajam Paser Utara ke Sulawesi Selatan juga memiliki nilai emosional. Mudyat Noor diketahui memiliki garis keturunan dari pihak ayah yang berasal dari Kabupaten Sinjai.
Ikatan tersebut turut mewarnai kunjungannya ke sejumlah destinasi di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bulukumba yang dikenal dengan kekayaan budaya, keindahan alam, dan potensi wisata baharinya.
Mudyat Noor mengungkapkan bahwa dirinya bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi Kabupaten Sinjai sebelum melanjutkan perjalanan ke Bulukumba.
“Kami tadi dari Sinjai kemudian ke Bulukumba. Jadi memang orang Kalimantan itu banyak berdarah Sulawesi. Ayah saya juga berdarah Sinjai, makanya tadi saya kunjungan ke Sinjai,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap potensi pariwisata Bulukumba, khususnya kawasan Kajang dan Tanjung Bira yang menjadi daya tarik wisata unggulan daerah tersebut.
“Jadi perjalanan kami dari Sinjai ke Kajang, kemudian terakhir ke Tanjung Bira sangat luar biasa. Jadi memang di Sulawesi khususnya Bulukumba punya kawasan pariwisata yang indah,” puji Mudyat Noor.
Menurutnya, kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Bulukumba merupakan modal penting untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah. Potensi tersebut dapat semakin berkembang apabila didukung kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa hubungan antardaerah perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Potensi perdagangan, pertanian, dan pemasaran produk unggulan dinilai dapat dikembangkan lebih optimal melalui kemitraan yang berkelanjutan.
Membuka Peluang Pasar yang Lebih Luas
Kerja sama antara Bulukumba dan Penajam Paser Utara menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih konkret, terutama dalam memperkuat rantai pasok komoditas, memperluas pasar produk pertanian, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal.
Bagi Bulukumba, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar Kalimantan Timur. Sebaliknya, kerja sama tersebut juga dapat memperkuat akses terhadap berbagai komoditas yang dibutuhkan kedua daerah.
Kabupaten Penajam Paser Utara sendiri memiliki posisi strategis di Kalimantan Timur karena menjadi bagian dari kawasan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menghadirkan peluang pengembangan jaringan perdagangan dan kemitraan ekonomi lintas wilayah, meskipun realisasinya tetap bergantung pada kebutuhan pasar, kesiapan pasokan, dan pelaksanaan perjanjian yang disepakati.
Melalui penandatanganan MoU dan dua PKS tersebut, kedua pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi segera menindaklanjutinya dengan program konkret yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha, petani, dan masyarakat.
Pembukaan Festival Pinisi XVI Tahun 2026 pun menjadi momentum untuk mempertemukan promosi budaya dengan agenda pembangunan ekonomi, sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan dan kerja sama antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, potensi perdagangan dan pertanian kedua daerah diharapkan dapat berkembang lebih luas serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.***